Rabu, 27 April 2016

Penertian dan Cara Kerja DNS



Mengenal Pengertian dan Cara Kerja DNS
.

Dalam postingan tentang mengenal IP Address, kita sudah mengetahui, bahwa untuk dapat saling berkomunikasi, setiap komputer yang terhubung ke internet atau jaringan menggunakan sebuah alamat unik yang disebut dengan IP Address. Dalam perkembangan selanjutnya untuk memudahkan penamaan dikembangkan sistem penerjemah alamat IP ke nama host atau sebaliknya.

Awalnya, sistem penamaan alamat IP menggunakan sistem host table. Di dalam sistem ini, setiap komputer memiliki file host.txt yang berisi daftar daftar alamat IP dan nama host yang terhubung ke internet. Karena internet semakin berkembang, sistem host table tidak efektif mengatasi permasalahan tersebut .

Akhirnya pada tahun 1984 Paul Mockapetris mengusulkan sistem database terdistribusi dengan nama Domain Name System (DNS) yang dideskripsikan dalam RFC 882 dan 883. Sistem ini digunakan sampai sekarang pada jaringan khususnya Internet.

Pengertian DNS (Domain Name System)

Domain Name System (DNS) merupakan sistem berbentuk database terdistribusi yang akan memetakan/mengkonversikan nama host/mesin/domain ke alamat IP (Internet Protocol) dan sebaliknya.

Struktur database DNS  berbentuk hierarki atau pohon yang memiliki beberapa cabang. Cabang-cabang ini mewakili domain, dan dapat berupa host, subdomain, ataupun top level domain.


Domain teratas adalah root. Domain ini diwakili oleh titik. Selanjutnya, domain yang terletak tepat di bawah root disebut top level domain. Beberapa contoh top level domain ini antara lain com, edu, gov, dan lain-lain. Turunan dari top level domain disebut subdomain. Domain yang terletak setelah top level domain adalah second level domain, dan domain yang berada di bawah second level domain disebut third level domain, begitu seterusnya


Mesin DNS bisa menggunakan Server OS Windows server yang dijadikan mesin DNS atau sebuah Server dengan OS Linux dengan menjalankan daemon seperti BIND (Berkeley Internet Name Domain) / DJBDNS yang sering digunakan, hampir 75 % implemetasi DNS menggunakan BIND.

Ada tiga belas (13) root server utama yang disebar ke seluruh dunia dan dibagi-bagi untuk melayani area negara tertentu, generic Top Level Domain (gTLD) tertentu atau blok IP Address tertentu. Antara satu root server ini dengan yang lain saling terhubung dan saling memperbaharui datanya masing-masing (www.rootservers.org).

Cara Kerja DNS (Domain Name System)

Secara sederhana cara kerja DNS bisa dilihat pada gambar berikut ini:



DNS menggunakan relasi client – server untuk resolusi nama. Pada saat client mencari satu host, maka ia akan mengirimkan query ke server DNS. Query adalah satu permintaan untuk resolusi nama yang dikirimkan ke server DNS.
  1. Pada komputer Client, sebuah program aplikasi misalnya http, meminta pemetaan IP Address (forward lookup query). Sebuah program aplikasi pada host yang mengakses domain system disebut sebagai resolver, resolver menghubungi DNS server, yang biasa disebut name server.
  2. Name server meng-cek ke local database, jika ditemukan, name server mengembalikan IP Address ke resolver jika tidak ditemukan akan meneruskan query tersebut ke name server  root server.
  3. Terakhir barulah si client bisa secara langsung menghubungi sebuah website / server yang diminta dengan menggunakan IP Address yang diberikan oleh DNS server.


Jika permintaan tidak ada pada database,  name server akan menghubungi server root dan server lainnya dengan cara sebagai berikut :

 
  1. Saat kita mengetikkan sebuah nama domain misalnya http://www. neon.cs.virginia.edu pada web browser,  maka aplikasi http (resolver) akan mengirimkan query ke Name Server DNS Server local atau DNS Server Internet Service Provider.
  2. Awalnya name server akan menghubungi server root. Server root tidak mengetahui IP Address domain tersebut, ia hanya akan memberikan IP Address server edu.
  3. Selanjutnya name server akan bertanya lagi pada server edu berpa IP Address domain neon.cs.virginia.edu.  Server edu tidak mengetahui IP Address domain tersebut, ia hanya akan memberikan IP Address server virginia.edu.
  4. Selanjutnya name server akan bertanya ke server virginia.edu tentang  IP Address neon.cs.virginia.edu. Dan server virginia.edu hanya mengetahui dan memberikan jawaban berupa  IP Address server cs.virginia.edu
  5. Selanjutnya name server akan bertanya ke server cs.virginia.edu tentang  IP Address neon.cs.virginia.edu. Dan barulah cs.virginia.edu mengetahui dan menjawab berapa IP Address domain neon.cs.virginia.edu.
  6. Terakhir barulah computer client bisa secara langsung menghubungi domain neon.cs.virginia.edu dengan menggunakan IP Address yang diberikan oleh server cs.virginia.edu.
  7. IP Address milik neon.cs.virginia.edu kemudian akan disimpan sementara oleh DNS server Anda untuk keperluan nanti. Proses ini disebut caching, yang berguna untuk mempercepat pencarian nama domain yang telah dikenalnya.
Demikianlah catatan saya mengenai mengenal prinsip dan cara kerja DNS, yang saya ketahui melalui artikel-artikel berikut ini.

Cara Membuat dan Menggunakan Database dengan Command Prompt



Cara Membuat dan Menggunakan Database dengan Command Prompt



Kali ini kita akan lanjutkan pembelajaran kita tentang database. Pada pertemuan – pertemuan sebelumnya telah di jelaskan cara – cara membuat database dengan Command Prompt (CMD) dan phpMyAdmin.


Maka untuk melanjutkan pembahasan tersebut, artikel berikut ini akan mengulas tentang bagaimana cara membuat dan menggunakan database dengan Command Prompt.
Dari pembahasan ini, diharapkan anda dapat mengerti perintah – perintah dasar dari DDL (Data Defenition Language), mengetahui cara membauat database, menggunakan database dan menghapus database serta memahami tipe data yang digunakan pada saat pendefenisian kolom pada tabel dan mengubah defenisi tabel.

Membuat dan menggunakan database

Untuk membuat database dan menggunakannya melalui Command Prompt, kita sebelumnya harus sudah menginstal XAMPP.












Setelah XAMPP diinstal, jalankan mySql dan Apache pada XAMPP Control Panel.

Lalu lakukan perintah – perintah berikut ini:
1.Membuat database baru

CREATE DATABASE nama_database;

Percobaan 1:
mysql>create database Akademik;


2. Menggunakan database

Sebelum menggunakan database dan tabel – tabel yang ada dalam database kita harus masuk ke dalam database tersebut.
USE nama_database

Percobaan 2:
mysql>use Akademik;

3. Menghapus database

Sebelum menghapus database, yang perlu diingat adalah aktivitas ini tidak dapat diputar ulang atau UNDO. Sebua tabel dan struktur dari tabel akan terhapus.

Percobaan 3:
mysql > drop database Akademik;

Membuat dan Menggunakan Tabel

Perintah yang digunakan untuk melihat daftar tabel yang terdapat dalam suatu database sebagai berikut:

Mysql > show tables
Empty set (0.00 sec)

Hasil dari perintah show tables di atas adalah “Empty Set”, yang berarti belum ada tabel dalam database.

1.Membuat Tabel (CREATE)

Create table nama_table

(nama_field_1 tipe_data([ukuran]), nama field_2 tipe_data([ukuran]),
(nama_field_n tipe_data([ukuran]), nama field_n tipe_data([ukuran]));

Percobaan 4: Membuat sebuah tabel dengan nama data_mahasiswa
mysql -> create table data_mahasiswa (
-> nim char(9) not null,
-> nama varchar(30),
-> kelas enum (‘A’,’B’,’C’),
-> primary key (nim)

Percobaan 5: Membuat sebuah tabel dengan nama matakuliah
mysql -> create table matahkuliah(
-> no int,
-> kode_mtkuliah varchar(7) not null primary key
-> nama_mtkuliah varchar(4) not null
-> sks int,
-> semester char(2));



Di atas telah dijelaskan cara membuat tabel beserta dengan strukturnya, pada contoh  percobaan 4 di atas misalnya bahwa nim itu adalah nama fieldnya, sedangkan char adalah tipe datanya yang panjang maksimalnya adalah 9 karakter. NOT NULL maksudnya field ini tidak boleh dikosongkan.

2.Mengubah tabel(ALTER)

Perintah ALTER TABLE digunakan untuk menambah kolom baru, memodifikasi kolom yang sudah ada dan mendefinisi nilai default utnuk kolom baru,
Mengubah nama tabel:
Alter table nama_table
Rename nama_tabel_baru;

Mengganti Struktur Tabel dengan menambah kolom baru:

Alter_table name_table
Add nama_kolom tipe_data(ukuran);

Percobaan 6: Tambahkan kolom baru dengan nama hari setelah kolom waktu
mysql -> alter table
-> add hari varchar(6);

Mengubah tipe data pada sebuah tabel

Alter table nama_table
Modify nama_kolom tipe_data_baru(ukuran_baru)

Percobaan 7: Ubah tipe data nim pada tabel data_mahasiswa
mysql-> alter table data_mahasiswa;
-> modify nim varchar(18)

Mengubah nama kolom dan tipe data sekaligus

Alter table nama_table
Change nama_kolom_lama nama_kolom_baru tipe_data_baru(ukuran_baru);

Percobaan 8:  Ubah nama kolom nama_mtkuliah menjadi mengajar_mtkuliah tipe data varchar(25) pada tabel data_dosen;
mysql-> alter table data data_dosen
-> change nama_mtkuliah mengajar_mtkuliah varchar(15)

3. Melihat struktur tabel

Perintah DESC atau describe digunakan utnuk menapilkan struktur sebuah tabel
Desc nama_table; atau describe nama_table;

Percobaan 9: tampilkan struktur tabel mahasiswa;
Mysql->desc data_mahasiswa;

Percobaan 10: tampilkan struktur tabel dosen;
mysql ->describe data_dosen;




Melihat daftar kolom
Show columns from nama_tabel;

Percobaan 11: menampilkan daftar kolom pada tabel data_mahasiswa;
mysql -> show columns from data_mahasiswa;


4. Menghapus tabel(DROP)

Melakukan penghapusan tabel dengan perintah DROP, berarti mengerjakan perintah berikut:
- Semua data dan struktur dari tabel akan dihapus
- Semua indeks akan dihapus
- Perintah DROp tidak dapat rollback (diputar ulang)

Menghapus kolom pada tabel sebuah tabel:

Alter table nama_table
Drop column nama_kolom;

Percobaan 12:
hapus kolom waktu pada tabel kelas
mysql-> alter table kelas
-> drop column waktu;

Menghapus tabel
Drop table nama_tabel;

Demikianlah artikel kali ini yang menjelaskan cara membuat dan menggunakan database dengan CMD atau Command Prompt, dari ulasan di atas telah dijelaskan kepada anda cara membuat database dan tabel, cara melihat sturktur tabel, cara mengubah tabel dan bagaimana cara menghapus tabel.
Semoga pembelajaran database ini lebih meningkatkan pengetahuan anda di bidang database.

Rabu, 06 April 2016

Cara Konfigurasi IP pada Windows 7

Sebelumnya kita akan membahas apa itu konfigurasi IP, kalau pengenalan IP silahkan baca di artikel sebelumnya Mengenal TCP/IP Jaringan Komputer.
Maksud dari konfigurasi di sini adalah melakukan setup apakah kita ingin menerima IP otomatis atau membuat IP secara manual. Fungsi dari konfigurasi IP adalah untuk untuk menghubungkan 2 atau lebih PC agar dapat melakukan pertukaran data.
Maka pada artikel ini saya akan memberikan langkah - langkah konfigurasi IP pada Windows 7.
Untuk konfigurasi IP pada windows 7 dapat dilakukan langkah - langkah berikut:
1. Pada sudut kanan bawah klik symbol untuk menangkap sinyal Wifi/LAN
2. Kemudian pilih Network Connection yang tertera pada connection acces
3. Lalu pilih salah satu jaringan yang ingin disetting, Local Area Network. Pilih Local Area Network kemudian klik properties seperti pada gambar berikut.
4. Setelah itu muncul jendela Connection Properties. Kemudian pilih Internet Protocol version 4(TCP/IPv4) maka klik properties maka kita mulai memasukkan IP yang ingin kita konfigurasi. Ada 2 tipe yaitu Obtain an IP address automatically artinya kita menyetting IP yang kita terima otomatis dari jaringan yang ada sedang use the following IP address menyetting IP secara manual sesuai kebutuhan kita. Lalu klik OK.
Keterangan:
1. IP adress: diisi dengan lamat IP yang diinginkan. Dapat berupa alamat kelas IP yang digunakan atau hasil dari subnetting.
2.Subnetmask: merupakan alamat yang telah ditentukan oleh masing - masing kelas IP atau hasil subnetting yang diterapkan.
3. Default gateway: merupakan alamat IP gateway untuk menghubungkan PC dengan komputer lainnya yang berbeda kelas atau jaringan lainnya.
4. DNS: merupakan alamat IP DNS yang dimiliki oleh jaringan tersebut biasanya berupa IP public yang digunakan untuk koneksi ke Internet.

Sebagai contoh sederhana pengaplikasian konfigurasi IP ini adalah dengan menghubungkan 2 komputer atau laptop dengan menggunakan UTP cat5 cross cable.
Maka aturlah IP Adress dan subnet mask kedua komputer tersebut, lihat di bawah ini.

  • Komputer A IP address = 1o2.168.100.1 dan subnet mask = 255.255.255.0
  • Komputer B IP address = 1o2.168.100.2 dan subnet mask = 255.255.255.0
Kemudian buka property TCP/IP pada masing - masing komputer dan pilih "Use the following IP address" dan ketikan IP masing - masing dengan subnet yang sama, untuk teks box yang lain kosongkan. Lalu ketikkan alamat IP-nya pada Start dan Anda sudah bisa saling mengirim data. Demikian artikel kali ini, semoga bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan Anda. Terimakasih telah berkunjung, tinggalkan komentar Anda dan silahkan berkunjung kembali.